Asosiasi Pengelola Limbah Organik Indonesia
APLOI didirikan sebagai wadah kolaborasi bagi para pemerhati, praktisi, pelaku usaha, komunitas, dan akademisi yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan limbah – khususnya limbah organik.

Kenapa Limbah Organik Penting?
Indonesia sedang menghadapi krisis limbah yang serius. Menurut data Kementerian LHK, situasi ini memerlukan perhatian dan aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat.
Timbunan sampah nasional mencapai sekitar 69,9 juta ton per tahun
Komposisi sampah didominasi limbah organik sekitar 40-41%
Rumah tangga menyumbang sekitar 40-45% dari total timbunan sampah
Sektor limbah menyumbang sekitar 6,5% emisi gas rumah kaca Indonesia

Dampak Pengelolaan Limbah Organik
Jika kita bisa mengelola limbah organik dengan baik, kita tidak hanya mengurangi volume sampah ke TPA, tapi juga memberikan berbagai manfaat.
Menurunkan Emisi
Mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama metana dari timbunan sampah organik di TPA
Menghasilkan Kompos
Menghasilkan kompos dan pakan ternak melalui maggot yang bermanfaat bagi pertanian
Mengurangi Biaya
Mengurangi beban biaya pengelolaan sampah pemerintah daerah
Peluang Ekonomi
Menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat komunitas melalui circular economy
APLOI hadir untuk mengorkestrasi berbagai inisiatif tersebut, sehingga pengelolaan limbah organik menjadi gerakan nasional yang terstruktur, terukur, dan berdampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Tim Kepemimpinan APLOI
Dipimpin oleh para profesional berpengalaman di bidang tata kelola, keberlanjutan, dan pengelolaan limbah.
Dewan Pengawas

Dr. Antonius Alijoyo
Ketua Dewan Pengawas
Praktisi bidang GRC (Governance, Risk, Compliance) serta ESG (Environmental, Social, Governance)

Prof. D.S. Priyarsono
Wakil Ketua Dewan Pengawas
Akademisi bidang ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Pengurus

Tubagus Ari
Ketua
Pegiat dan praktisi pengelolaan limbah organik.

Yusuf Munawar
Wakil Ketua
Pendiri LPK MKS, fokus pengembangan kompetensi SDM.

Azmi Kautsar Alim
Sekretaris Jenderal
Dosen di Politeknik Negeri Bandung

Intan Proborukmi
Bendahara
Bendahara APLOI